WaGoMu News

Belajar di Jepang | Pelajar Indonesia yang tinggal di Jepang mencapai lebih dari 5,000 (Lima Ribu) Pelajar



WaGoMu.id - Saat ini, pemerintah Jepang tengah berencana untuk meningkatkan jumlah pelajar asing yang datang untuk melanjutkan study di Jepang. Rencana pemerintah jepang ini dikenal dengan sebutan 30万人計画 alias "Program 300.000 Pelajar". Yups, sesuai dengan tulisannya, Pemerintah Jepang ingin meningkatkan jumlah pelajar asing menjadi 300,000 Orang pada tahun 2020. Sebagai informasi, menurut data yang dirilis pada bulan Desember 2016 lalu jumlah Pelajar Asing yang ada di Jepang mencapai 277,331 Pelajar, dimana 260,451 Pelajar diantaranya berasal dari berbagai negara di Asia, Angka ini mencapai lebih dari 93,9 % dari total Pelajar Asing di Jepang. Sedangkan jumlah Pelajar Indonesia yang tinggal di Jepang mencapai 5,607 Pelajar.

Jumlah Pelajar/Mahasiswa asal Indonesia sendiri terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat melalui data yang dirilis oleh Ministry of Justice - Negeri Sakura berdasarkan Visa Pelajar yang diterbitkan dan aktif, yakni :
Tahun 2014 : 3,797 Orang
Tahun 2015 : 4,768 Orang
Tahun 2016 : 5,607 Orang
* Sumber Data : http://www.moj.go.jp/housei/toukei/toukei_ichiran_touroku.html

Melihat Data diatas, Pelajar asal Indonesia memang terus bertambah setiap tahunnya, Hal ini diyakini akan terus bertambah, mengingat banyaknya Warga Negara Indonesia yang menyukai Jepang dan melihat Jepang sebagai salah satu kiblat teknologi dan budaya. Selain itu, pembelajar bahasa Jepang nomor dua paling banyak adalah Indonesia. Untuk Anda yang tengah mencari info Beasiswa untuk melanjutkan Study di Jepang, kini kian mudah didapatkan. Iya, Beasiswa memang masih menjadi Favorite, pasalnya selain biaya kulliah yang mahal, biaya Hidup di Jepang juga termasuk sangat mahal.



Pada dasarnya, pelajar asing tidak diperbolehkan bekerja karena izin tinggal mereka di Jepang adalah untuk belajar. (Note : VISA untuk belajar dan bekerja itu, berbeda). Meskipun demikian, kita bisa memperoleh "資格外活動許可" alias "Izin Beraktivitas Diluar Status VISA", sehingga Pelajar Asing diizinkan untuk bekerja paruh waktu dengan batasan waktu kerja maksimal 28 Jam/Minggu. Selama bekerja paruh waktu, kita akan bekerja bersama orang Jepang, sehingga kesempatan untuk mempelajari cara berpikir dan bekerja Orang Jepang akan menjadi nilai tersendiri. Selain itu, bekerja paruh waktu juga bisa menjadi tempat berlatih bahasa Jepang secara nyata. Meskipun demikian, sebaiknya kita pintar-pintar membagi waktu, tidak elok tentunya kalau gara-gara capek kerja paruh waktu, tujuan utama untuk belajar di Jepang jadi terbengkalai.

Jalan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri china, eh ke Negeri Sakura aja deh masih sangat terbuka. Kamu yang sekarang masih duduk di bangku SMA ataupun tengah menempuh S1, Kenapa tidak membidik Jepang sebagai tempat menempuh study di jenjang selanjutnya ?!




    Artikel (Sekolah di Jepang)dari kategori yang sama
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.
    削除
    Belajar di Jepang | Pelajar Indonesia yang tinggal di Jepang mencapai lebih dari 5,000 (Lima Ribu) Pelajar
      Komentar(0)