WaGoMu News

Perbedaan Struktur/Pola Kalimat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang

Hallo, kembali lagi di WaGoMu Japanese Class. Ini adalah tempat kita berbagi dan belajar bahasa jepang bareng.

Kali ini, kita akan membahas tentang perbedaan mendasar antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Jepang, terutama dalam struktur kalimat. Iya, tidak seperti Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris, struktur Kalimat dalam bahasa Jepang memang cukup unik. Pasalnya, kata kerja atau fungsi predikatnya itu tidak ditempatkan setelah subjek, melainkan selalu diujung kalimat. Mungkin ini juga yang membuat orang jepang dikenal sebagai pendengar yang baik ya. Kalau belum sampai ujung kalimat, predikatnya kan belum ketemu. Dengan kata lain, maksud dari kalimat yang diucapkan dalam bahasa jepang itu tidak akan diketahui sebelum ketemu ujungnya. hehehe.

Biar penjelasannya tidak bertele-tele, kita langsung lihat penjelasan melalui Gambar berikut yuk !



Dalam gambar diatas, terdapat sebuah kalimat yang memiliki struktur lengkap. Sebuah kalimat yang berbunyi "Si Teteh membeli baju baru di Mall" ini terdiri dari kata "Si Teteh" sebagai Subjek (S), kata "membeli" sebagai Predikat (P), kemudian kata "baju baru" yang berfungsi sebagai Objek (O) dan kata "di Mall" sebagai pendanda Keterangan (K). Struktur kalimat seperti ini, tentu sudah pernah kita pelajari bahkan saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Yups, ini adalah struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia. Lantas, apa perbedaannya ketika kita kalimat yang sama dialih bahasakan dalam bahasa Jepang ? Kita bisa bandingkan melalui kedua gambar berikut.

Dalam struktur/pola kalimat Bahasa Indonesia, susunan S-P-O-K adalah hal yang dianggap standar alias baku. Sekalipun ada juga sebuah kalimat sederhana yang hanya memiliki Subjek (S) dan Predikat (P) saja. Yups, Pola S-P pun bisa disebut sebagai kallimat. Atau dengan kata lain "Sebuah kalimat sederhana paling tidak harus memiliki satu fungsi subjek dan satu fungsi predikat". Kalau terdapat dua atau tiga kalimat yang bergabung namun tidak memiliki fungsi yang dimaksud, maka gabungan kata tersebut hanya bisa dianggap sebagai "kata majemuk".


(Pola Kalimat S-P-O-K dalam Bahasa Indonesia)



(Pola Kalimat S-P-O-K ketika diterjemahkan kedalam pola kalimat Bahasa Jepang)


Perbedaan apa saja yang Anda temukan dari kedua gambar diatas ? Ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Kita coba bahas satu per satu yuk. Point yang perlu difahami dalam Bahasa Jepang, ketika kita membandingkannya dengan Bahasa Indonesia, antara lain :
1) Posisi Subjek (S) masih sama, yakni berada di awal kalimat.
2) Posisi Predikat (P) dalam Bahasa Jepang tidak lagi berada setelah Subjek (S) melainkan selalu berada di posisi paling terakhir.
3) Berikut Perbandingan Pola Kalimat dalam Bahasa Indonesia ketika diubah kedalam Bahasa Jepang :
・S - P akan menjadi S (wa) - P
・S - P - O akan menjadi S (wa) - O (wo) - P
・S - P - K akan menjadi S (wa) - K (de) - P
・S - P - O - K akan menjadi S (wa) - K (de) - O (wo) - P
4). Dalam contoh diatas, terdapat tulisan (WA), (WO) dan (DE) yang ditulis dengan warna biru. Ini adalah fungsi khusus yang terdapat dalam bahasa Jepang. Kata tambahan yang berfungsi sebagai penanda fungsi dalam sebuah kalimat ini disebut "Partikel" atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan sebutan "Joshi". Untuk sementara, kita cukup memahami partikel yang digunakan pada contoh diatas saja terlebih dahulu.

Dengan memahami struktur/pola kalimat diatas, kita tinggal mencari kosakata bahasa jepang yang digunakan dalam kalimat tersebut kemudian menuliskannya sebagai sebuah kalimat bahasa jepang. Kalau seandainya kita coba mencari kata-kata diatas, bisa ditemukan kosakata bahasa jepang sebagai berikut :

Si Teteh : Ane / One-san
Membeli : Kau / Kaimasu
Baju Baru : Atarashii Fuku
Mall : Mo-ru / Shoppingu Mo-ru


Sehingga, kalimat "Si teteh membeli baju baru di Mall", struktur kalimat dalam bahasa jepangnya menjadi "Si teteh (wa) Mall (de) Baju Baru (wo) Membeli" dan ketika diucapkan setelah masing-masing kata yang digunakan dicari di kamus, akan menjadi "One-san wa Shoppingu Mo-ru de Atarashii Fuku wo Kaimasu".

Sampai sini, ada yang kurang faham ?! Silahkan coba latih dengan kata-kata yang lain ya. Tuliskan di Komentar boleh kok. Selanjutnya kita akana mulai mengenal "Partikel" yang sempat ditulis dengan warna biru itu ya. Sampai Jumpa di "WaGoMu Japanese Class" berikutnya !







    Artikel (Belajar Bahasa Jepang)dari kategori yang sama
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.
    削除
    Perbedaan Struktur/Pola Kalimat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang
      Komentar(0)